Tuesday , 27 June 2017
Home » Malang » G-Land, Pantai PLengkung Banyuwangi

G-Land, Pantai PLengkung Banyuwangi

G-Land, Pantai PLengkung Banyuwangi - Menginjakan kaki di bumi Minakjinggo sungguh membuat saya berdecak kagum atas keindahannya, keindahan ciptaan-Nya.
Memandang alamnya membuat saya merasa sangat kecil di hadapan-Nya.
Goresan warna warni alam yang telah Tuhan Ciptakan, sungguh luar biasa, jauh dari jangkauan pelukis terkenal sekalipun, Mahakarya yang sangat menakjubkan.
Tepatnya 15 April tahun ini, kereta api Tawang Alun berangkat dari Stasiun Kota Baru Malang pukul 02.45 WIB menuju Stasiun Rambipuji, Banyuwangi.
Rambipuji tempat yang menurut saya cukup melelahkan untuk mencapainya, stasiun terakhir kedua di ujung timur Pulau Jawa.
Butuh waktu 7 jam perjalanan untuk sampai disini. Ketika kereta berhenti, kami masih harus menuju tempat yang bernama Muncar untuk sejenak beristirahat.
Tidak lengkap ketika sudah berada di Banyuwangi tidak menginjakan kaki di Taman Nasional Alas Purwo, dimana terdapat G-Land Pantai Plengkung Banyuwangi yang merupakan surganya peselancar setelah Pulau Bali.

Letak Pantai Plengkung Banyuwangi ( G-Land)

g-lang beach surf

Butuh waktu 2 jam untuk mencapai pintu gerbang TN Alas Purwo dari Muncar. Begitu memasuki gerbang TN Alas Purwo, kami disuguhi pemandangan yang lagi-lagi membuat kata-kata tidak mampu menterjemahkan keindahan itu sendiri. Hamparan hutan jati, padang savana dengan gerombolan banteng Jawa sungguh istimewa menurut saya.

Sampai di pintu gerbang tidak langsung dengan mudah kami untuk menuju G-Land, Pantai Plengkung Banyuwangi, dari Resort Pancur butuh waktu 1 jam lagi dengan mengendarai jeep yang memang disediakan untuk disewa oleh para pemburu G-Land Surf. Jalanan yang begitu sulit, dimana batu-batu jalan tertata rapi di sepanjang jalan menuju Pantai Plengkung Banyuwangi.

Keindahan Pantai Plengkung

Lagi-lagi kami disuguhi lukisan Ilahi dengan hamparan hutan iklim savana dengan habitat burung meraknya.
Tuhan… jaga tempat ini agar tetap sama hingga kami kembali menjejakkan kaki lagi di tempat ini, begitu do’a yang langsung terpanjat dalam hati saya.
Rasa letih melalui perjalanan yang panjang terbayar ketika Pantai Plengkung Banyuwangi berada di depan mata.
Benar-benar surganya peselancar. Potensi wisata G-Land Pantai Plengkung memang menjajikan, namun potensi yang ada belum maksimal dikembangkan.

taman nasional alas purwo

Ada keuntungan dibalik minimnya pengembangan wisata di G-Land, hal ini berdampak pada kelestarian pesisir pantainya.
Tentunya menjadikan Pantai Plengkung Banyuwangi masih belum banyak terjamah manusia. Pesona alam G-Land tidak kalah dengan Tanjung Papuma dan pantai pantai di Pulau Bali sekalipun.

Masyarakat sekitar Pantai Plengkung G-Land

Pasir pantai yang putih, laut yang biru, batu-batu karang di sepanjang bibir pantai serta guratan lengkung yang terlihat jelas menambah daya tarik yang begitu luar biasa.
Puas menjajaki Pantai Plengkung Banyuwangi – G-Land – kami menlanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Muncar.
Tentunya telah banyak diantara kita yang mendengar industri pengalengan ikan ‘sarden’, ya tepat sekali.

Industri ini berada di wilayah Muncar. Setibanya di Mucar, lagi lagi dan lagi mata ini seolah telah kehilangan rasa kantuk. Betapa tidak, dihadapan kami terdampar pesisir pelabuhan dengan kapal yang beraneka ragam, berbagai ukuran, dan tentunya memiliki warna warni serta ornamen yang unik.
Nelayan di Pelabuhan Mucar tidak hanya ulung dalam menangkap ikan, tetapi juga dalam hal membuat kapal-kapal yang mereka gunakan untuk melaut.

Terbukti dengan megahnya kapal yang mereka hias dengan warna warni dan juga hiasan batik Banyuwangi yang menambah kesan budaya yang sangat dalam. Bahkan harga kapal-kapal tersebut mencapai jutaan rupiah. Wow fantastis bukan.

resort pancung alas purwo

Suku Osing Banyuwangi

Puas memanjakan mata di Pelabuhan Muncar, selanjutnya menuju Kota Banyuwangi. Ketika kita menyebutkan nama Banyuwangi maka Suku Osing pun selalu menjadi kata yang mengikuti dibelakangnya.
Suku Osing merupakan suku asli di Banyuwangi. Uniknya suku asli ini justru tinggal di pusat kota, hal ini dimaksudkan agar keberadaan mereka tidak tergerus dan terpinggirkan.
Karena banyak kita ketahui bahwa tidak hanya Suku Osing yang tinggal di Banyuwangi, tetapi Banyuwangi telah dijejaki oleh para pendatang.

Banyuwangi memang menyimpan ribuan cerita yang belum dikeluarkan, menunggu kita para penjelajah yang siap mengabadikan ceritanya.
Teruntuk teman-teman di Pascasarjana Universitas Malang jurusan Geografi, terimakasih atas kebersamaan ini. Kisah ini akan jadi nostalgia bagi kita semua nantinya.

stasiun kota baru malangDewi Savitri, Rima Meilita Sari (Banjarmasin), Sukmawati (Makassar), Zumrotin Nisa’ (Palu), Rohana Sufia (Banyuwangi), Titus Yudea Kriswandana (Dampit), Ridhwan (Aceh), Nurul Hasanah (Pasuruan), Maria Floriani Mongko (Manggarai, NTT), Sunimbar (Ende, NTT), Lalu Nanang Malik Setiadi (Lombok), dan Mas Muhammad Sulaiman (PPS ITS). 
Diary Banyuwangi Punya Cerita.
Author: Novia Fitristya

Comments

comments

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates

Warning: mkdir() [function.mkdir]: Disk quota exceeded in /home/general8/public_html/wp-content/plugins/quick-cache-pro/submodules/htmlc/html-compressor/includes/core.php on line 2305

Fatal error: Uncaught exception 'Exception' with message 'Cache directory not readable/writable: `/home/general8/public_html/wp-content/cache/quick-cache/htmlc/public`. Failed on `/home/general8/public_html/wp-content/cache/quick-cache/htmlc/public/www-general-web-id/9/7/8/0/f`.' in /home/general8/public_html/wp-content/plugins/quick-cache-pro/submodules/htmlc/html-compressor/includes/core.php:2310 Stack trace: #0 /home/general8/public_html/wp-content/plugins/quick-cache-pro/submodules/htmlc/html-compressor/includes/core.php(456): websharks\html_compressor\core->cache_dir('public', '9780f9295a07f05...') #1 /home/general8/public_html/wp-content/plugins/quick-cache-pro/submodules/htmlc/html-compressor/includes/core.php(398): websharks\html_compressor\core->compile_css_tag_frags_into_parts(Array) #2 /home/general8/public_html/wp-content/plugins/quick-cache-pro/submodules/htmlc/html-compressor/includes/core.php(317): websharks\html_compressor\core->maybe_compress_combine_head_body_css('<!DOCTYPE html>...') #3 /home/general8/p in /home/general8/public_html/wp-content/plugins/quick-cache-pro/submodules/htmlc/html-compressor/includes/core.php on line 2310